Langsung ke konten utama

Tips Jitu Kiai Saifuddin Zuhri Taklukkan Murid Bandel

Tips Jitu Kiai Saifuddin Zuhri Taklukkan Murid Bandel
Tips Jitu Kiai Saifuddin Zuhri Taklukkan Murid Bandel

Sudah menjadi rahasia umum barangkali, di tiap kelas baik di sekolah umum maupun madrasah, ada saja anak bandel atau nakal, meski dalam batas-batas tertentu. Misalnya, suka membuat onar, mengganggu teman dan membuat gaduh. Hal ini, sedikit banyak, tentu mengganggu proses pembelajaran di dalam kelas.

Menangani hal ini, ada berbagai cara yang dilakukan guru atau ustadz di kelas, mulai dari menghukum sampai mencibirnya sebagai contoh yang tidak baik untuk ditiru. Respon yang demikian ini, kadang tidak solutif. Alih-alih membuat sang anak berhenti, yang ada justru semakin bandel dan menjadi-jadi.

KH Saifuddin Zuhri (alm), selain sebagai tokoh pergerakan nasional, komandan milisi Islam Hizbullah dan mantan menteri agama RI, beliau juga dikenal sebagai pendidik. Dalam otobiografinya yang legendaris, Guruku Orang-orang dari Pesantren, ia banyak menceritakan pengalamannya dalam mendidik. Salah satu hal yang diungkapkan, adalah bagaimana cara seorang guru menangani murid yang bandel atau nakal.

"Anak yang bersangkutan dipanggil ke muka  kelas, diberi nasihat dan peringatan seperlunya. Atau menahan dia pada jam mengasoh (istirahat–red) untuk sekali lagi diberi nasihat dan peringatan. Atau dengan jalan aku panggil ke rumah. Aku tanyakan kepadanya, apakah cukup aku sendiri yang menasihati, atau biar aku serahkan kepada orang tuanya untuk dinasihati?" demikian tulis ayahanda Menag RI Lukman Hakim Saifuddin.

Tak hanya itu, jurnalis NU tersebut juga masih memberi opsi yang tak kalah jitu, dengan menulis sebagai berikut: "Ada lagi dengan cara lain. Anak itu aku dekatkan di hatiku. Aku panggil ke rumah untuk membantu pekerjaanku yang tidak ada hubungannya dengan sekolah. Misalnya aku ajak menyertai aku ke pasar membeli bibit tanaman dan dia kusuruh menemani aku menanam bibit itu di halaman rumahku. Pokoknya aku dekatkan dengan hatiku dan kuinsyafkan bahwa aku sangat sayang kepadanya," tulisnya.

Dengan demikian, ungkap Kiai Saifudin, pada umumnya ia berhasil menjadikan anak yang bandel, nakal, menjadi redam. Meski begitu, imbuhnya, tidak bisa sekaligus, memerlukan sedikit waktu dan kesabaran.

Dalam teori dan buku-buku, hal ini biasanya dibahas dalam psikologi pendidikan. Bagi anda para ustadz ataupun guru yang memiliki murid bandel – selain dengan doa – ada  baiknya menerapkan saran, anjuran dan kiat dari tokoh NU ini. Secara empirik, beliau telah membuktikan keberhasilannya dalam menaklukkan anak-anak yang membandel. Semoga berhasil. (Ahmad Naufa)


Sumber : http://www.nu.or.id/post/read/75743/tips-jitu-kiai-saifuddin-zuhri-taklukkan-murid-bandel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU Dari beberapa nama para tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag), mungkin orang inilah yang dapat dikatakan paling singkat menjabatnya. Tercatat di daftar nama-nama Menteri Agama, Prof. K.H.R. Fathurrahman Kafrawi, pernah menjabat sebagai Menag selama kurang lebih sepuluh bulan (2 Oktober 1946 - 26 Juli 1947). Jabatan tersebut diembannya dalam Kabinet Syahrir III, dimana ia menggantikan Menag sebelumnya, H.M Rasjidi. Sebagai orang NU, dia juga orang yang kedua menjabat Menag, setelah KH Wahid Hasyim. Meskipun cukup singkat, namun Fathurrahman dapat membenahi struktur organisasi di kementerian yang ia pimpin. Selain itu, ia juga memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait dengan Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk (NTR) yang ditetapkan dalam UU. No. 22 Tahun 1946. Di dalam peraturan tersebut, menertibkan posisi penghulu, modin, dan sebagainya. Kebijakan lain, yang diambil pada masa Fathurrah...

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan. Tabahnya Hati Seorang Muadzin Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.  Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun.  Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak...

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir. Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan. Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan. Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo'a, 'Allâhumma hawâlainâ wa lâ 'alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),' HR Bukhari. Hadi...