Langsung ke konten utama

Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir



Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir

Kendati baru sekitar satu tahun merintis dari nol dalam usaha memproduksi tempe, kini Abdullah (bukan nama sebenarnya), seorang pemuda santri yang kedua orang tuanya telah tiada ini sudah bisa merekrut dua karyawan. Dengan dibantu dua orang tersebut, sekarang saban harinya pemuda kelahiran Temanggung 1985 ini sudah berani mengolah sedikitnya 50 kilogram kedelai untuk diproses menjadi tempe. Saat jumlah kedelai yang diolahnya baru lima kiloan di awal-awal membuka usaha dia mengerjakan sendiri semua proses kerja pembuatan tempenya itu, mulai dari belanja kedelai di pasar, mematangkan kedelai, meracik campuran ragi, hingga mendistribusikannya ke konsumen.

Munculnya inspirasi membuka usaha produksi tempe ini tidak ia peroleh dari pelatihan atau pembinaan dari suatu instansi tertentu, melainkan atas penemuan kesadarannya sendiri setelah beberapa tahun lamanya dirinya ditempa di perantauan dengan pekerjaan yang tidak pasti dan seringnya menjadi kuli bangunan. Meski tempo itu Abdullah senantiasa giat bekerja serabutan di Jakarta, dia merasa jiwanya gersang jika sepanjang tahun bekerja tanpa jeda, maka tiap bulan Ramadhan ia memanfaatkannya untuk libur bekerja, lalu sepanjang satu bulan itu ia pergunakan mengikuti ngaji pasaran di salah satu pesantren di daerah Cirebon. Saat menimba ilmu dalam momen bulan Ramadhan inilah dirinya acap mendapatkan nasihat dari kiainya supaya tahun berikutnya mencari pekerjaan di kampung halamannya saja, syukur-syukur bisa membuka suatu usaha di desanya.  

Bagi alumni dari salah satu pondok pesantren di Kaliwungu Kendal ini usaha membuat tempe itu dapat disebut sebagai suatu karya juga. Oleh karena itu menurutnya dalam memproduksi tempe seyogiayanya tidak sebagaimana seorang tukang yang umumnya mekanis cara kerjanya. Melainkan perlu juga adanya penjiwaan laiknya sastrawan dalam menulis puisi atau novelnya.

'Yang dimaksud dengan penjiwaan ialah ketika mengolah dan memproses bahan mentah berupa kedelai ia niatkan bertasbih seraya membayangkan dirinya selaku khalifahnya Allah sedang menjalankan perintah mengelola ciptaan Tuhan. Berkarya membuat bahan-bahan yang masih mentah menjadi produk yang siap dinikmati orang merupakan manifestasi dari ungkapan tasbih. Berkarya dalam bidang apa saja perlu menghidupkan rasa seninya,' tutur lajang yang kedua orang tuanya kini sudah tiada itu.

Yang kedua, lanjutnya,  setelah tasbih yaitu tahap tahlil. Esensi dari tahlil adalah mentauhidkan Allah. Bila diterapkan dalam konteks berkarya ialah setelah seseorang berusaha dengan maksimal menciptakan karyanya, hasil akhirnya dipasrahkan pada Allah juga. Artinya siap berhasil, siap pula gagal. Dengan demikian seorang pengusaha tidak mudah frustasi jika mengalami kegagalan, karena tugasnya berkarya sudah ia tunaikan, soal keberhasilan bukan wewenangnya tapi otoritasnya Tuhan. Dengan modal tauhid ini pula seseorang menjadi berani memulai dalam karya apa saja, dan tidak takut gagal.

'Yang ketiga istighfar. Yaitu mengevaluasi terhadap hasil produknya, membenahi kelemahahan-kelamahan dan kekurangan selama ini dan terus berusaha membuat produknya semakin baik kualitasnya dari waktu ke waktu. Itulah hakikat istighfar diterapkan dalam suatu usaha atau pekerjaan.'

Bahkan, menurut Abdullah, dalam suatu usaha yang terpenting bukan seberapa banyak keuntungan yang dihasilkan dari produk karyanya. Melainkan proses seni dalam berkarya itu sendirilah yang terpenting. Dalam proses pembuatan tempe tersebut misalnya, selalu ia tanamkan dalam benaknya bahwa ia tidak semata sedang bekerja mencari uang, tetapi dalam rangka melayani bagi siapa pun orangnya yang membutuhkan tempe.

Dengan konsepsi macam itu, maka dia dalam membuat tempe berusaha menghasilkan produk yang bermutu, agar para konsumen maupun dirinya sama-sama mendapatkan manfaat. Karena produk yang jelek meskipun laku dijual namun membawa kerugian para pembelinya. Dia tidak hanya berharap tempenya laku, tapi sekaligus berharap dapat memuaskan pelanggannya. (M. Haromain)

*) Ditulis dari kisah nyata seorang wirausahawan muda yang nama dan fotonya tidak mau dipublikasikan

=====

NU Online mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang cerita nyata diri sendiri atau pengalaman orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir
Raih Berkah Bisnis Tempe dengan Filosofi Dzikir


Sumber : http://www.nu.or.id/post/read/69943/raih-berkah-bisnis-tempe-dengan-filosofi-dzikir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU Dari beberapa nama para tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag), mungkin orang inilah yang dapat dikatakan paling singkat menjabatnya. Tercatat di daftar nama-nama Menteri Agama, Prof. K.H.R. Fathurrahman Kafrawi, pernah menjabat sebagai Menag selama kurang lebih sepuluh bulan (2 Oktober 1946 - 26 Juli 1947). Jabatan tersebut diembannya dalam Kabinet Syahrir III, dimana ia menggantikan Menag sebelumnya, H.M Rasjidi. Sebagai orang NU, dia juga orang yang kedua menjabat Menag, setelah KH Wahid Hasyim. Meskipun cukup singkat, namun Fathurrahman dapat membenahi struktur organisasi di kementerian yang ia pimpin. Selain itu, ia juga memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait dengan Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk (NTR) yang ditetapkan dalam UU. No. 22 Tahun 1946. Di dalam peraturan tersebut, menertibkan posisi penghulu, modin, dan sebagainya. Kebijakan lain, yang diambil pada masa Fathurrah...

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan. Tabahnya Hati Seorang Muadzin Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.  Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun.  Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak...

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir. Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan. Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan. Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo'a, 'Allâhumma hawâlainâ wa lâ 'alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),' HR Bukhari. Hadi...