Langsung ke konten utama

Puasa-puasa Istimewa di Bulan Rajab

Puasa-puasa Istimewa di Bulan Rajab
Puasa-puasa Istimewa di Bulan Rajab


Keistimewaan bulan rajab sebagai syahrullah ditandai dengan beberapa pelipat gandaan pahala yang disediakan oleh Allah swt kepada mereka yang berpuasa di dalam bulan Rajab. Di bawah ini akan diterangkan berbagai macam fadhilah puasa pada bulan Rajab.

عن أبى ذر رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من صام أول يوم من رجب عدل صيام شهر ومن صام سبعة أيام أغلقت عنه أبواب جهنم السبعة, ومن صام ثمانية أيام فتحت له أبواب الجنة الثمانية. ومن صام منه عشرة أيام, بدل الله سيئاته حسنات ومن صام منه ثمانية عشر يوما نادى منادى من السماء: قد غفر لك فاستأنف العمل

Barang siapa puasa di awal bulan rajab bandingannya seperti puasa satu bulan penuh. Dan barang siapa puasa tujuh hari (di bulan Rajab) maka tertuplah baginya ketujuh pintu neraka jahanam, dan barang siapa puasa delapan hari (di bulan Rajab) maka dibukakan untuknya kedelapan pintu surga, dan barang siapa puas a sepuluh hari (di bulan Rajab) maka Allah swt akan mengganti semua amal buruknya dengan kebaikan, dan barang siapa puasa delapan belas hari (di bulan Rajab), maka akan dia akan mendapat panggilan dari langit 'sungguh telah siampuni dosamu, maka mulailah lagi beramal'

Sebagain hadits menjelaskan bahwa imbalan yang disediakan oleh Allah swt untuk mereka yang berpuasa di hari pertama bulan Rajab adalah dijauhkan dari dosa-dosa sebagaimana jauhnya langit dan bumi.

Sedangkan shabat Anas bin Malik menyatakan:

عن أنس بن مالك يرفعه 'من صام أول يوم من رجب كفر الله عنه ذنوب سنتين, ومن صام خمسة عشريوما حاسبه الله حسابا يسيرا ومن صام ثلاثين يوما من رجب كتب الله له رضوانه ولم يعذبه

Barang siapa berpuasa di awal bulan Rajab, Allah menggugurkan dosa yang dilakukannya selama dua tahun, dan barang siapa puasa selama lima belas hari di bulan Rajab Allah akan menghisabnya (nanti di hari kiamat) dengan hisab yang gampang. Dan barang siapa berpuasa tiga puluh hari selama bulan Rajab Allah akan meridhainya dan tidak menyiksanya.

Pada hari yang sama pula dulu Nabi Nuh as. dan para pengikutnya berpuasa ketika berada di atas perahu. Hal ini pernah dijelaskan Rasulullah saw:

عن سهل بن سعد رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: ألا إن رجب من الأشهر الحرم, وفيه حمل الله نوحا فى السفينة, فصامه نوح فى السفينة وأمر من كان معه بصيامه فأنجاهم الله تعالى وأمنهم من الغرق وطهر الله الأرض من الكفر والطغيان بالطوفان.

Ingatlah bahwa Rajab adalah terma suk bulan yang mulia, pada bulan inilah Allah swt menaikkan Nabi Nuh as di atas perahu. Maka nabi Nuhpun berpuasa di atas perahu, demikian pula ia memperintahkan puasa semua pengkutnya. Allahpun menyelamatkan mereka (dari tenggelam) dan Allah membersihkan bumi ini dari kekufuran dan kekejian dengan banjir thufan.

Selain puasa-puasa yang tersebut di atas juga ada puasa istimewa pada tanggal 27 Rajab. Sebagaimana keterangan Rasulullah saw dalam haditsnya:

عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: من صام يوم السابع والعشرين من رجب كتب له ثواب صيام ستين شهرا وهو أول يوم نزل فيه جيبريل على النبي صلى الله عليه وسلم بالرسالة

Barang siapa puasa pada hari dua puluh tujuh di bulan Rajab d itulis untuknya pahala puasa selama enampuluh bulan. Itulah hari pertama Jibril turun membawa risalah kepada Rasulullah saw'

Dalam hadits lain diterangkan pula:

عن أبى هريرة وسلمان الفارسى رضى الله عنهما قالا: قالرسول الله صلى الله عليه وسلم إن فى رجب يوما وليلة من صام ذلك اليوم وقام تلك الليلة كان له من الأجر كمن صام مائة سنة وقامها وهى لثلاث بقين من رجب وهو اليوم الذى بعث فيه نبينا صلى الله عليه وسلم.

Bahwa sannya dalam bulan Rajab ada satu malam dan satu siang istimewa, barang siapa yang berpuasa di siang harinya dan beirbadah di malam harinya, maka bagi orang tersebut ditulis pahala puasa seratus tahun lengkap dengan ibadah di malam harinya. Hari itu adalah hari ketiga ketrakhir dari bu lan Rajab, yaitu hari diutusnya Nabi kita saw. (red. Ulil H)


Sumber : http://www.nu.or.id/post/read/52000/puasa-puasa-istimewa-di-bulan-rajab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU Dari beberapa nama para tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag), mungkin orang inilah yang dapat dikatakan paling singkat menjabatnya. Tercatat di daftar nama-nama Menteri Agama, Prof. K.H.R. Fathurrahman Kafrawi, pernah menjabat sebagai Menag selama kurang lebih sepuluh bulan (2 Oktober 1946 - 26 Juli 1947). Jabatan tersebut diembannya dalam Kabinet Syahrir III, dimana ia menggantikan Menag sebelumnya, H.M Rasjidi. Sebagai orang NU, dia juga orang yang kedua menjabat Menag, setelah KH Wahid Hasyim. Meskipun cukup singkat, namun Fathurrahman dapat membenahi struktur organisasi di kementerian yang ia pimpin. Selain itu, ia juga memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait dengan Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk (NTR) yang ditetapkan dalam UU. No. 22 Tahun 1946. Di dalam peraturan tersebut, menertibkan posisi penghulu, modin, dan sebagainya. Kebijakan lain, yang diambil pada masa Fathurrah...

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan. Tabahnya Hati Seorang Muadzin Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.  Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun.  Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak...

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir. Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan. Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan. Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo'a, 'Allâhumma hawâlainâ wa lâ 'alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),' HR Bukhari. Hadi...