Langsung ke konten utama

Inilah Tujuh Orang Istimewa yang Doanya Makbul

Doa adalah senjata orang beriman. Kita sangat dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT agar permintaan kita dikabulkan. Meski demikian, kita juga disarankan untuk meminta doa dari orang lain untuk kita. Bisa jadi doanya lebih diterima dibanding kita.

Kita menemukan riwayat-riwayat di mana Rasulullah SAW meminta orang lain bahkan derajatnya lebih rendah untuk mendoakannya kepada Allah. Sebut saja Rasulullah SAW meminta Sayidina Umar RA untuk mendoakannya di masjidil haram.

Syekh Sa'id bin Muhammad Ba'asyin dalam Busyral Karim bi Syarhi Masa'ilit Ta'lim halaman 364 mengatakan sebagai berikut,

Inilah Tujuh Orang Istimewa yang Doanya Makbul
Inilah Tujuh Orang Istimewa yang Doanya Makbul

ويخرجون بعد يوم الثلاثة حيث لا عذر فى اليوم الرابع صياما فيه كالثلاثة قبله إذ الصائم لا ترد دعوته،
:ونظم من لا يرد دعاؤهم بعضهم بقوله


وسبعة لا يرد الله دعوتهم مظلوم، والد، ذو صوم، وذو مرض

Inilah Tujuh Orang Istimewa yang Doanya Makbul
Inilah Tujuh Orang Istimewa yang Doanya Makbul

ودعوة لأخ بالغيب، ثم نبي لأمة، ثم ذو حج، بذاك قضي

Artinya, 'Mereka (Red. yang hendak melangsungkan sembahyang Istisqa) keluar rumah setelah tiga hari sekira tiada halangan berpuasa di hari keempat sebagaimana berpuasa tiga hari sebelumnya. Pasalnya, doa orang yang sedang berpuasa tidak ditolak. Sebagian ulama menggubah syair perihal orang-orang yang doanya tidak ditolak,

Tujuh orang yang doanya tidak ditolak oleh Allah

doa orang yang teraniaya, doa bapak, doa orang berpuasa, doa orang sakit

Doa untuk orang lain yang jauh, doa nabi untuk umatnya, doa orang berhaji, demikian sudah ditentukan.'

Meski demikian, kita tidak diperbolehkan berdoa yang 'tidak-tidak' saat posisi kita teraniaya, sebagai orang tua, sedang berpuasa, sedang sakit, sedang sendiri, atau sedang menunaikan ibadah haji. Karena pada saat demikian doa kita tidak ditolak Allah SWT.

Pada saat yang bersamaan, saat kita memiliki hajat perlu meminta d oa kepada orang tua, sahabat, mereka yang sedang berpuasa atau berhaji termasuk mereka yang sedang sakit. Kita bisa bershalawat kepada Rasulullah di dalam doa kita. Dengan demikian kita mengharapkan pintu langit terbuka.

Kita sangat dianjurkan menjaga sikap. Jangan sampai perilaku kita menyakiti tujuh orang ini. Karena murka mereka dapat menghancurkan impian dan kehidupan kita. Di sini kita perlu waspada. Boleh jadi kegagalan kita berkaitan dengan perilaku kita yang menyakitkan hati mereka. Orang-orang menyebutnya 'kualat

. Wallahu a'lam. (Alhafiz K)

Sumber : http://www.nu.or.id/post/read/65588/inilah-tujuh-orang-istimewa-yang-doanya-makbul

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU Dari beberapa nama para tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag), mungkin orang inilah yang dapat dikatakan paling singkat menjabatnya. Tercatat di daftar nama-nama Menteri Agama, Prof. K.H.R. Fathurrahman Kafrawi, pernah menjabat sebagai Menag selama kurang lebih sepuluh bulan (2 Oktober 1946 - 26 Juli 1947). Jabatan tersebut diembannya dalam Kabinet Syahrir III, dimana ia menggantikan Menag sebelumnya, H.M Rasjidi. Sebagai orang NU, dia juga orang yang kedua menjabat Menag, setelah KH Wahid Hasyim. Meskipun cukup singkat, namun Fathurrahman dapat membenahi struktur organisasi di kementerian yang ia pimpin. Selain itu, ia juga memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait dengan Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk (NTR) yang ditetapkan dalam UU. No. 22 Tahun 1946. Di dalam peraturan tersebut, menertibkan posisi penghulu, modin, dan sebagainya. Kebijakan lain, yang diambil pada masa Fathurrah...

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan. Tabahnya Hati Seorang Muadzin Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.  Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun.  Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak...

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir. Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan. Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan. Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo'a, 'Allâhumma hawâlainâ wa lâ 'alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),' HR Bukhari. Hadi...