Langsung ke konten utama

Di Langit Kedua Belajar Memahami Makna Ruhullah

Di Langit Kedua Belajar Memahami Makna Ruhullah
Di Langit Kedua Belajar Memahami Makna Ruhullah


Setelah usai berjumpa Nabi adam selaku Abul basyar, bersama Jibril Rasulullah saw melanjutkan perjalanan menuju langit yang kedua. Di sanalah Rasulullah saw. berjumpa dengan Nabi Isa as. Dalam sal ah satu riwayat diceritakan ketika Rasulullah saw sampai di langit ke dua disambutlah segera dengan riang oleh Nabi Isa as. dan Yahya. Seperti yang diterangkan dalam Ad-Dardiri ala Qishshatil Mi'raj

ثم صعد الى السماء الثانية فاستفتح جبريل فقيل من هذا...ففتح لهما فلما خلصا اذهو بابنى الخالة عيسى ابن مريم ويحيى بن زكريا شيبه...

Akan tetapi cerita yang masyhur di langit kedua Rsulullah saw hanya berjumpa dengan Nabi Isa yang mendapatkan julukan Ruhullah. Secara bahasa kata Ruhullah dapat diartikan dengan ruh Allah swt. dikatakan demikian karena Nabi Isa telah dikarunia oleh Allah swt. ruhul qudus. Karena itulah Isa as. dapat menghidupkan kembali orang yang telah mati, menghidupkan burung dari segumpal tanah, dan menyembukan berbagai macam penyakit, dan Nabi Isa as. mampu naik k e langit sendiri dengan izin-Nya. Pertemuan ini merupakan petanda bagi manusia bahwa semua kehidupan dan segala macam pergerakan makhluk yang ada di bumi sangat tergantung oleh ruh yang dikendalikan oleh Allah swt.

Jika di langit pertama Rasulullah saw berjumpa dengan Nabi Adam as. mengandung gambaran akan asal-usul kehidupan manusia -sangkan, paraning dumadi, maka pertemua dengan Nabi Isa – Ruhullah as. menunjukkan adanya sumber dari pergerakan dan aktifitas itu sendiri. Sesungguhnya segala gerak-aktifitas manusia berasal dari-Nya. sebagaimana firman Allah swt dalam surat As-Shofat ayat 96:

والله خلقكم وما تعلمون

Dan Allah yang menciptakan (mendhahirkan) kamu dan (Allah pula yang menciptakan) perbuatan kamu.

Oleh karenanya seorang sufi mengatakan 'barang siapa yang melihat benda bergerak dan diam, tetapi pergerakan itu tidak dipandang da ri Allah swt, maka sesungguhnya orang itu telah makrifatnya kepada Allah swt yang menjadikan dan menggerakkan benda itu'. (red. Ulil H)


Sumber : http://www.nu.or.id/post/read/52266/di-langit-kedua-belajar-memahami-makna-ruhullah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU Dari beberapa nama para tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag), mungkin orang inilah yang dapat dikatakan paling singkat menjabatnya. Tercatat di daftar nama-nama Menteri Agama, Prof. K.H.R. Fathurrahman Kafrawi, pernah menjabat sebagai Menag selama kurang lebih sepuluh bulan (2 Oktober 1946 - 26 Juli 1947). Jabatan tersebut diembannya dalam Kabinet Syahrir III, dimana ia menggantikan Menag sebelumnya, H.M Rasjidi. Sebagai orang NU, dia juga orang yang kedua menjabat Menag, setelah KH Wahid Hasyim. Meskipun cukup singkat, namun Fathurrahman dapat membenahi struktur organisasi di kementerian yang ia pimpin. Selain itu, ia juga memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait dengan Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk (NTR) yang ditetapkan dalam UU. No. 22 Tahun 1946. Di dalam peraturan tersebut, menertibkan posisi penghulu, modin, dan sebagainya. Kebijakan lain, yang diambil pada masa Fathurrah...

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan. Tabahnya Hati Seorang Muadzin Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.  Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun.  Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak...

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir. Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan. Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan. Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo'a, 'Allâhumma hawâlainâ wa lâ 'alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),' HR Bukhari. Hadi...