Langsung ke konten utama

Cara Unik Dakwah Syekh Thahir Al Jazairi

Cara Unik Dakwah Syekh Thahir Al Jazairi
Cara Unik Dakwah Syekh Thahir Al Jazairi

Nama Syekh Thahir bin Shalih Al Jazairi di Indonesia dikenal melalui salah satu karyanya dalam disiplin ilmu tauhid berjudul Al-Jawahir Al-Kalamiyah. Kitab ini menjadi salah satu pelajaran wajib di kebanyakan Pesantren. Selain menulis kitab, ulama abad ke -19 berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah asal Damaskus, Syiria itu juga dikenal sebagai seorang dai besar di kawasan Timur Tengah.

Dalam bidang dakwah, Syekh Thahir Al Jazairi memiliki pendekatan dan cara tersendiri yang unik terutama saat menghadapi sasaran dakwah yang menentang ajakannya, atau ketika menangani orang-orang yang perbuatannya dianggap menyimpang dari norma-norma agama.

Sebagaimana dikisahkan oleh Syekh Ali  Thantawi, mantan Rektor Universitas Al Azhar Kairo, dalam bukunya berjudul Thuruqu Da'wah ilal Islam yang versi bahasa Indonesianya berjudul 'Wajah Umat dan Potret Dakwah', Thahir Al Jazairi tetap bersikap tawadhu' (rendah hati) saat menghadapi orang lain yang tidak sejalan dengan pemikirannya.

Meski demikian, di lain waktu Syekh Thahir Al Jazairi akan kembali mendatangi orang tersebut dengan membawa buku karangannya sendiri atau karya orang lain yang topik isinya tentang hal yang diragukan atau dibantah orang itu. Diberikanlah buku ini kepadanya dengan harapan materi di dalamnya bisa meluruskan dan membenarkan kesalahanpemahaman orang itu dengan tanpa disadarinya. Kepada orang yang berbeda pendapat ini Syekh Thahir akan berkata sebagai berikut:

'Sesungguhnya aku telah menemukan buku ini di perpustakaanku. Namun aku tidak mengerti isinya. Aku akan sangat senang bila kamu mau membacanya terlebih dahulu. Kemudian setelah selesai tolong beritahukan padaku apakah buku ini berguna untukku, sehingga aku bisa membacanya. Ataukah buku ini mungkin membahayakan bagi akidah sehingga akan kuhindari."

Setelah kitab diterima, lalu Syekh Thahir meninggalkan kitab itu selama beberapa hari supaya orang itu membacanya. Akhirnya, kata Ali Thanthawi, beberapa hari kemudian orang yang dikasih buku tersebut sudah kembali ke jalan yang benar dan menyadari kesalahannya selama ini.

Begitulah di antara metode dakwah khas yang dipraktikkan Syekh Thahir Al Jazairi, terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, bagaimanapun cara demikian memberi sumbangan dalam memperkaya ragam metode para juru dakwah dalam menyampaikan pesan pesan ajaran Islam di tengah umat islam yang plural. Juga ia telah memberi contoh teladan tentang bagaimana berdakwah secara bijak dan damai. (M Haromain)


Sumber : http://www.nu.or.id/post/read/76773/cara-unik-dakwah-syekh-thahir-al-jazairi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU Dari beberapa nama para tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag), mungkin orang inilah yang dapat dikatakan paling singkat menjabatnya. Tercatat di daftar nama-nama Menteri Agama, Prof. K.H.R. Fathurrahman Kafrawi, pernah menjabat sebagai Menag selama kurang lebih sepuluh bulan (2 Oktober 1946 - 26 Juli 1947). Jabatan tersebut diembannya dalam Kabinet Syahrir III, dimana ia menggantikan Menag sebelumnya, H.M Rasjidi. Sebagai orang NU, dia juga orang yang kedua menjabat Menag, setelah KH Wahid Hasyim. Meskipun cukup singkat, namun Fathurrahman dapat membenahi struktur organisasi di kementerian yang ia pimpin. Selain itu, ia juga memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait dengan Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk (NTR) yang ditetapkan dalam UU. No. 22 Tahun 1946. Di dalam peraturan tersebut, menertibkan posisi penghulu, modin, dan sebagainya. Kebijakan lain, yang diambil pada masa Fathurrah...

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan. Tabahnya Hati Seorang Muadzin Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.  Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun.  Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak...

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir. Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan. Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan. Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo'a, 'Allâhumma hawâlainâ wa lâ 'alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),' HR Bukhari. Hadi...