Langsung ke konten utama

Berjumpa Nabi Yusuf as di Langit yang Ketiga

Berjumpa Nabi Yusuf as di Langit yang Ketiga
Berjumpa Nabi Yusuf as di Langit yang Ketiga

ثم صعد الى السماء الثالثة فاستفتح جبريل قيل ومن هذا قال جبر يل ومن معك قال محمد قيل أوقد أرسل اليه قال نعم قيل مرحبا به وأهلا حياه الله من أخ ومن خليفة فنعم الأخ ونعم الخليفة ونعم المجئ جاء ففتح لهما فلما خلصا اذا هو بيوسف...

Kemudian sampailah Rasulullah saw diantar bersama Jibril ke langit yang ketiga. Di sana berjumpa mereka dengan Nabi Yusuf as. dan beberapa pengikutnya. Setelah saling memperkenalkan diri, Nabi Yusuf as. pun mendoakan Rasulullah saw.

Nabi Yusuf as. adalah seorang Nabi yang dianugerahi ketampanan wajah dan kebaikan budi pekerti. Keteguhan imannya tergambar dalam ceritanya yang masyhur menolak ajakan Zulaikha. Meski demikian, dijelaskan bahwa ketampanan dan kebaikan yang dimilikinya senilai dengan separo kebiakan dan ketampanan Rasulullah saw.

Profil Nabi Yusuf as. merupakan salah satu bukti ejawantah s ifat Jamalnya Allah swt yang sebaiknya didambakan oleh semua hambanya. Karena sifat Jamalullah inilah yang akan melengkapi diri manusia. Jika diri manusia dibagai dua antara yang dhahir dan yang bathin, maka keduanya juga harus sama-sama diperlengkapi dengan keindahan.

Dengan kata lain, sisi keindahan yang lebih condong pada nilai asesoris dalam hati dan budi pekerti manusia sangatlah penting, walaupun bukan subtansial. Karena hanya dengan keindahan itulah seorang hamba akan dapat berjumpa dengan Allah swt. karena pada hakekatnya Allah adalah Yang Maha Indah. Innallaha jamalun, yuhibbul jamal.(Red. Ulil H)


Sumber : http://www.nu.or.id/post/read/52293/berjumpa-nabi-yusuf-as-di-langit-yang-ketiga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU Dari beberapa nama para tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag), mungkin orang inilah yang dapat dikatakan paling singkat menjabatnya. Tercatat di daftar nama-nama Menteri Agama, Prof. K.H.R. Fathurrahman Kafrawi, pernah menjabat sebagai Menag selama kurang lebih sepuluh bulan (2 Oktober 1946 - 26 Juli 1947). Jabatan tersebut diembannya dalam Kabinet Syahrir III, dimana ia menggantikan Menag sebelumnya, H.M Rasjidi. Sebagai orang NU, dia juga orang yang kedua menjabat Menag, setelah KH Wahid Hasyim. Meskipun cukup singkat, namun Fathurrahman dapat membenahi struktur organisasi di kementerian yang ia pimpin. Selain itu, ia juga memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait dengan Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk (NTR) yang ditetapkan dalam UU. No. 22 Tahun 1946. Di dalam peraturan tersebut, menertibkan posisi penghulu, modin, dan sebagainya. Kebijakan lain, yang diambil pada masa Fathurrah...

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan. Tabahnya Hati Seorang Muadzin Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.  Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun.  Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak...

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir. Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan. Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan. Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo'a, 'Allâhumma hawâlainâ wa lâ 'alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),' HR Bukhari. Hadi...