Langsung ke konten utama

Amalan saat Iman kepada Allah Terguncang Keraguan

Amalan saat Iman kepada Allah Terguncang Keraguan
Amalan saat Iman kepada Allah Terguncang Keraguan

Pikiran tidak bisa dibendung. Ia mengembara ke mana suka. Dalam pengembaraan ini setan ikut menemani perjalanan. Ia menggiring secara perlahan pengembaraan pikiran orang be riman sampai ke batas keraguan. Awalnya orang beriman diajari pertanyaan 'siapa pencipta alam?', sampai tidak terasa datang pertanyaan 'siapa pencipta Allah?'

Kalau pengembaraan pikiran sudah sampai pertanyaan di atas, Rasulullah SAW menahan kita untuk berhenti di sini. Beliau meminta kita untuk membaca ta'awudz agar Allah menyelematkan keimanan kita dari pelbagai sangkaan-sangkaan kosong belaka.

Karenanya Rasulullah SAW meminta kita untuk membaca doa berikut ini sebanyak tiga kali.

آمَنَّا بِاللهِ وَبِرُسُلِهِ

Âmannâ billâhi wa birusulihi

Artinya, 'Kami beriman kepada Allah dan para rasul-Nya.'

Sementara sebagian ulama menganjurkan agar kita memperbanyak baca lafal tahlil ketika berwudhu, shalat, dan ibadah serupa keduanya. Selain itu kita dianjurkan untuk mencari aktivitas yang mendatangkan kegembiraan. Karena setan tidak suka dengan kegembiraan orang beriman. Anjuran ini dikutip Imam An-Nawawi dari Risalah Qusyairiyah karya Imam Al-Qusyairi.

Ibnu Abbas RA dengan senyum berkomentar bahwa tiada satu orang pun yang lepas dari gangguan keraguan seperti ini. Ibnu Abbas RA menganjurkan kepada salah seorang sahabatnya yang mengalami guncangan keraguan seperti ini dengan membaca Surat Al-Hadid ayat tiga sebagai berikut.

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya, 'Dialah Allah yang awal dan akhir, yang lahir dan bathin. Dia mengetahui segala sesuatu.'

Menurut Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar, keraguan keimanan akibat gangguan setan seperti ini justru menghinggapi orang yang memiliki keimanan yang mantap. 'Karena pen curi tidak akan memasuki rumah yang sudah runtuh.'

Di samping itu, kita juga perlu memperdalam tauhid. Kita perlu mencari majelis taklim yang membaca kitab-kitab tauhid seperti Fathul Majid, Tijanud Darari, Kifayatul Awam, dan Al-Iqtishad fil I'tiqad, dan kitab tauhid Ahlussunnah wal Jamaah lainnya. (Alhafiz K)

Sumber : http://www.nu.or.id/post/read/72957/amalan-saat-iman-kepada-allah-terguncang-keraguan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU Dari beberapa nama para tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag), mungkin orang inilah yang dapat dikatakan paling singkat menjabatnya. Tercatat di daftar nama-nama Menteri Agama, Prof. K.H.R. Fathurrahman Kafrawi, pernah menjabat sebagai Menag selama kurang lebih sepuluh bulan (2 Oktober 1946 - 26 Juli 1947). Jabatan tersebut diembannya dalam Kabinet Syahrir III, dimana ia menggantikan Menag sebelumnya, H.M Rasjidi. Sebagai orang NU, dia juga orang yang kedua menjabat Menag, setelah KH Wahid Hasyim. Meskipun cukup singkat, namun Fathurrahman dapat membenahi struktur organisasi di kementerian yang ia pimpin. Selain itu, ia juga memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait dengan Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk (NTR) yang ditetapkan dalam UU. No. 22 Tahun 1946. Di dalam peraturan tersebut, menertibkan posisi penghulu, modin, dan sebagainya. Kebijakan lain, yang diambil pada masa Fathurrah...

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan. Tabahnya Hati Seorang Muadzin Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.  Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun.  Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak...

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir. Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan. Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan. Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo'a, 'Allâhumma hawâlainâ wa lâ 'alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),' HR Bukhari. Hadi...