Langsung ke konten utama

Kisah Tragis Hari Ini Suami Tewas Tertimpa Batu Demi Selamatkan Istri

California - Andrew Foster (32) tewas saat mendaki tebing di Taman Nasional Yosemite, California, Amerika Serikat. Dia tertimpa batu yang berjatuhan dan seketika tewas. Bukan cuma kematian Foster yang memilukan. Cerita di balik insiden ini juga membuat haru.

Kisah Tragis Hari Ini Suami Tewas Tertimpa Batu Demi Selamatkan Istri
Kisah Tragis Hari Ini Suami Tewas Tertimpa Batu Demi Selamatkan Istri

Dilansir BBC, Sabtu (30/9/2017), Foster bersama sang istri Lucy mendaki bersama ke Taman Nasional Yosemite. Pasangan yang baru saja menikah itu terjebak saat batu jatuh dari El Capitan (granit paling besar di taman nasional tersebut).

Nyawa Foster melayang saat kejadian itu. Sementara Lucy terluka dan dibawa ke rumah sakit setempat. Saat sudah tersadar, Lucy menceritakan bagaimana sang suami berusaha melindunginya dari batu yang jatuh tersebut.

"Dia (Lucy) mengatakan Foster telah menyelamatkan hidupnya. Foster berdiri di atasnya demi menyelamatkannya," kata bibi Lucy, Gillian Stephens.

Ranger Taman Nasional Yosemite, Scott Gediman mengatakan Foster bersama sang istri mendaki pada waktu yang tak tepat. Selain itu tempat pendakian juga merupakan tempat yang ekstrem dan butuh perencanaan yang baik.

Kematian Foster juga merupakan yang pertama kalinya dalam 4 tahun terakhir di Taman Nasional Yosemite. Juru bicara dari Kementerian Luar Negeri AS mengatakan akan memberikan bantuan kepada kedua keluarga pasangan itu.

"Kami memberikan dukungan dan bantuan kepada kedua keluarga setelah kejadian tragis itu," ujar jubir Kemenlu AS.
(nkn/nvc)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU Dari beberapa nama para tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag), mungkin orang inilah yang dapat dikatakan paling singkat menjabatnya. Tercatat di daftar nama-nama Menteri Agama, Prof. K.H.R. Fathurrahman Kafrawi, pernah menjabat sebagai Menag selama kurang lebih sepuluh bulan (2 Oktober 1946 - 26 Juli 1947). Jabatan tersebut diembannya dalam Kabinet Syahrir III, dimana ia menggantikan Menag sebelumnya, H.M Rasjidi. Sebagai orang NU, dia juga orang yang kedua menjabat Menag, setelah KH Wahid Hasyim. Meskipun cukup singkat, namun Fathurrahman dapat membenahi struktur organisasi di kementerian yang ia pimpin. Selain itu, ia juga memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait dengan Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk (NTR) yang ditetapkan dalam UU. No. 22 Tahun 1946. Di dalam peraturan tersebut, menertibkan posisi penghulu, modin, dan sebagainya. Kebijakan lain, yang diambil pada masa Fathurrah...

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan. Tabahnya Hati Seorang Muadzin Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.  Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun.  Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak...

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir. Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan. Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan. Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo'a, 'Allâhumma hawâlainâ wa lâ 'alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),' HR Bukhari. Hadi...