Langsung ke konten utama

Banjir Pujian untuk Alissa Wahid saat Diejek ‘Anak si Buta’

Putri sulung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Qatrunnada Wahid mendapat ejekan dari seorang netizen yang tak diketahui identitasnya. Ejekan dalam bentuk meme tersebut menggunakan foto Alissa yang terlihat sedang diwawancarai awak media, lalu di atasnya tertulis ‘Anak si Buta’.

Dalam akun twitter miliknya, Alissa Wahid menjelaskan bahwa ia mendapat screen capture meme tersebut dari instagram.

"Dikirimi screencap instagram ini. Katanya: Anak si Buta. YES I AM AND PROUD OF IT!" tulis Alissa dikutip NU Online, Rabu (6/9). Tweet diposting Alissa pada Selasa (5/9) siang.

Reaksi Alissa yang tetap memilih tenang dan merasa bangga menjadi anak seorang Gus Dur justru menuai banyak pujian, simpati, dan penguatan di antaranya dari Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).

Gus Mus mengungkapkan, tidak akan pernah ada yang bisa menyakiti perempuan yang sudah dianggap putrinya sendiri itu.

“Tak ada yang bisa menyakiti anakku Alissa Wahid. Apalagi hanya pecundang yang sakit jiwa. Dia adalah puteri Gus Dur yang perkasa,” tulis Gus Mus me-reply tweet Alissa. Reaksi Gus Mus ini juga mendapat ribuan respon dari followernya.

Mendapat dukungan moril dari sahabat ayahnya itu, Alissa Wahid nampak terharu. “Abah.....” ungkap Alissa membalas Gus Mus.

Berbagai ungkapan dan pujian lain juga disampaikan oleh ribuan follower yang me-reply tweet Alissa.

“Astagfirullahal'azim, jgnkan mba yg emng anaknya, sy aj yang bkn siapa2, sgt mengagumi dan bangga trhdp beliau..,” cuit akun bernama @muli_yulini.

“And we are so proud of you mbak,” tulis Priyo Sambadha (@Psambadha). Priyo adalah penulis buku Presiden Gus Dur The Untold Story: Kiai di Istana Rakyat. Ia pernah menjabat salah satu pegawai di Istana Negara saat Gus Dur menjadi Presiden.

Ungkapan lain juga datang dari istri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Trisna Willy. Ia menilai bahwa yang membuat gambar tersebut di instagram adalah manusia yang buta hatinya.

“Yang bikin gambar itu di instagram pasti buta hatinya,” ujar Trisna Willy (@willytrisna).

Saat berita ini ditulis, tweet Alissa mendapat ribuan respon dari followernya di antaranya, 3.358 suka, 3.183 retweet, dan 1.508 balasan (reply).

Sementara ini, belum diketahui pasti mengapa Alissa Wahid mendapat meme bernada ejekan dan menghina kepada ayahnya tersebut.

Namun, meme tersebut muncul beberapa saat setelah Alissa menuliskan pandangan dan sikapnya terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya yang diseret seolah konflik antaragama oleh sekelompok orang. (Fathoni)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU

Prof KHR Fathurrahman Kafrawi, Menteri Agama Kedua dari NU Dari beberapa nama para tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama (Menag), mungkin orang inilah yang dapat dikatakan paling singkat menjabatnya. Tercatat di daftar nama-nama Menteri Agama, Prof. K.H.R. Fathurrahman Kafrawi, pernah menjabat sebagai Menag selama kurang lebih sepuluh bulan (2 Oktober 1946 - 26 Juli 1947). Jabatan tersebut diembannya dalam Kabinet Syahrir III, dimana ia menggantikan Menag sebelumnya, H.M Rasjidi. Sebagai orang NU, dia juga orang yang kedua menjabat Menag, setelah KH Wahid Hasyim. Meskipun cukup singkat, namun Fathurrahman dapat membenahi struktur organisasi di kementerian yang ia pimpin. Selain itu, ia juga memperbaiki peraturan-peraturan yang terkait dengan Pencatatan Nikah, Talak, dan Rujuk (NTR) yang ditetapkan dalam UU. No. 22 Tahun 1946. Di dalam peraturan tersebut, menertibkan posisi penghulu, modin, dan sebagainya. Kebijakan lain, yang diambil pada masa Fathurrah...

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan. Tabahnya Hati Seorang Muadzin Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.  Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun.  Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak...

Doa yang Dibaca Rasul Ketika Hujan Turun

Musim kemarau telah lama berlalu. Kini tiba masanya musim hujan. Ketika musim kemarau, kita suka melafalkan doa minta hujan, bahkan dibarengi dengan shalat istisqa. Seketika musim hujan datang, ternyata guyuran hujan tidak selamanya menguntungkan banyak orang. Terutama bagi orang-orang yang bermukim di daerah rawan banjir. Dulu pernah terjadi musim kemarau di masa Rasulullah. Kebanyakan orang datang menghampiri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan meminta agar Beliau memohon kepada Allah agar hujan diturunkan. Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lingkungan penduduk. Saking kencangnya, rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, pepohanan berjatuhan, dan binatang ternak pun ikut menderita. Melihat malapetaka ini, mereka mengadu kepada Rasul agar hujan musibah itu segera dihentikan. Atas dasar permintaan ini, Nabi berdo'a, 'Allâhumma hawâlainâ wa lâ 'alainâ (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami),' HR Bukhari. Hadi...